Mayoritas Lahan Perluasan Jalur KA di Bekasi Telah Dibebaskan

Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mengungkapkan hampir seluruh lahan yang terdampak pembangunan proyek double-double track (DDT) telah dilakukan pembebasan lahan. Hanya beberapa bidang tanah saja yang belum dibebaskan yakni di Perumahan Taman Juanda dan pagar tembok Taman Makam Pahlawan, Bekasi Timur. “Hampir seluruhnya, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan proyek DDT di Kota Bekasi, telah dibebaskan. Memang ada beberapa bidang tanah yang belum dibebaskan,” ujar Kabag Pertanahan Pemerintah Kota Bekasi, Sudiana, Kamis (18/8). Dia menjelaskan, beberapa bidang tanah yang belum dibebaskan berada di Perumahan Taman Juanda, Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur. Kendalanya, kata Sudiana, saat itu warga Perumahan Taman Juanda meminta pihak panitia pengadan tanah berkomunikasi langsung dengan pemilik tanah terkait pembicaraan harga ganti rugi lahan. “Dulu memang panitia pengadaan tanah berada di Bagian Pertanahan Kota Bekasi tapi sekarang ini sudah diambilalih oleh Kementerian Perhubungan untuk pembebasan lahan,” ujarnya. Dia mengatakan, kewenangan tersebut sudah tidak lagi berada di Bagian Pertanahan Kota Bekasi. “Saat ini, kami hanya mendapat laporannya saja dari Kementerian Perhubungan. Bagian Pertanahan bukan lagi pihak yang berwenang mengadakan pembebasan lahan,” ujarnya. Dengan begitu, kata dia, pembebasan lahan yang masih tersisa di Kota Bekasi akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan melalui dana APBN. “Selain Perumahan Taman Juanda, ada lagi lahan yang belum dibebaskan dan lahan tersebut merupakan aset Pemerintah Kota Bekasi, yakni Taman Makam Pahlawan, Bekasi Timur,” ucapnya. Menurut Sudiana, pagar tembok dan pos penjagaan di Taman Pahlawan akan dibongkar karena terdampak pembebasan lahan DDT. Meski begitu, kata Sudiana, Kementerian Perhubungan akan memperbaiki yang akan dibongkar di Taman Makan Pahlawan. “Kementerian Perhubungan akan memperbaiki apa yang digusur (pagar dan pos jaga) dan bentuknya, akan disesuaikan dengan permintaan Pemerintah Kota. Namun hingga saat ini, belum digambar (didesain) oleh Dinas Sosial Kota Bekasi,” ungkapnya. Dia memastikan, hanya pagar tembok dan pos jaga di Makam Pahlawan yang tergusur dengan adanya proyek ini. Sehingga hanya berdampak terhadap ukuran lapangan yang biasa digunakan untuk upacara di lokasi tersebut. “Yang pasti, tidak berdampak terhadap makam,” katanya. Sementara itu, Kepala Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Joice Hutajulu, mengatakan pihaknya sedang mengerjakan empat paket untuk pembangunan proyek DDT Jakarta-Cikarang. “Keempat paket tersebut antara lain, trase Bekasi-Cikarang sebanyak satu paket, Jatinegara-Bekasi ada dua paket dan Manggarai-Jatinegara ada satu paket,” ujar Joice. Dia menjelaskan, keempat paket tersebut dikerjakan berbarengan dan diharapkan dapat diselesaikan pada 2018 atau awal 2019 mendatang. “Sampai saat ini, masih kami kerjakan empat paket tersebut. Kami juga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam pembangunan underpass Tambun, yang juga menjadi perlintasan DDT Jakarta-Cikarang,” pungkasnya. Mikael Niman/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu