Ditolak Warga di Cilincing, Djarot Ajak Pendemo Dialog

Jakarta – Tidak hanya Calon Gubernur (Cagub), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mendapat penolakan warga saat melakukan blusukan, tetapi hal itu juga dialami calon wakil gubernur (cawagub) DKI, Djarot Saiful Hidayat saat blusukan ke Kampung Nelayan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (3/11). Ketika datang ke lokasi blusukan dengan mengekan kemeja kotak-kotak merah, Djarot mendengar ada aksi unjuk rasa yang dilakukan Forum RT/RW Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Warga menyatakan menolak kedatangan Djarot karena hingga saat ini tidak ada musyawarah terhadap rencana akan dilakukan penertiban kawasan Kampung Nelayan oleh Pemprov DKI. Aksi unjuk rasa dipimpin Ketua RW 07 Kalibaru Caharudin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Forum RT/RW Kalibaru. Caharudin menyatakan, menolak kedatangan Ahok atau Djarot karena adanya rencana penggusuran tanpa adanya ganti rugi. Djarot yang mendengar seruan unjuk rasa itu, justru menghampiri Caharudin dan mengajaknya berdialog. Mantan Wali Kota Blitar ini, menjelaskan tidak ada rencana Pemprov DKI melakukan penertiban atau penggusuran permukiman warga. “Warga di sini minta berdialog untuk meredam kekhawatiran masyarakat yang selama ini risau. Sampaikan juga ke Pak Ahok, tidak ada lagi penggusuran,” kata Caharudin kepada Djarot. Mantan anggota DPRD Jawa Timur ini pun dengan tenang menjelaskan kepada seluruh pendemo bahwa tidak ada rencana Pemprov DKI menertikan kawasan tersebut. Yang ada hanya rencana membangun tanggul setinggi dua meter untuk mencegah terjadinya banjir rob. “Kita mau bangun tanggul laut ini. Di atas tanggul kita bangun rumah susun untuk nelayan. Kayak kampung deret, dengan cara seperti itu, maka lingkungan sini tidak banjir, yang kedua bersih,” jelas Djarot. Pemprov DKI, lanjutnya, ingin Kampung Nelayan terintegrasi dengan Pasar Ikan. Rencana itu, sudah masuk dalam visi-misi pasangan dengan nomor urut dua, Ahok-Djarot. Karena itu, pria berkumis tebal ini sangat menyayangkan ada oknum yang menyebarkan isu kawasan Kalibaru akan digusur. Padahal tidak ada niatan Pemprov seperti itu. “Berarti ada yang menyebarkan kabar mau digusur. Jadi saya minta tolong kepada kalian semua, tidak boleh ada cara-cara seperti itu lagi. Siapa pun kandidatnya, boleh datang ke mana saja, asalkan niatnya baik,” ungkapnya. Mendengar penjelasan Djarot, Caharudin bersama warga lainnya menyatakan bersedia tidak lagi melakukan aksi unjuk rasa penolakan terhadap kandidat mana pun. Asalkan, Djarot memegang janjinya. Yakni, tidak menggusur kawasan itu. “Ini direkam kamera ya, Pak. Kami pegang janji Bapak,” tegas Caharudin. Setelah itu, massa menurunkan spanduk protesnya dan menghentikan aksi unjuk rasa itu. Lenny Tristia Tambun/FMB BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu