Penasihat Hukum Ahok Telah Prediksi Penolakan dari JPU

Jakarta – Penasihat hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, telah memprediksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menolak nota keberatan dalam sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada Nomor 17, Jakarta Pusat, hari ini. “Saya kira kita sudah bisa prediksi tanggapan pendapat JPU pasti akan menolak,” ujar Penasihat Hukum Basuki Tjahaja Purnama, Sirra Prayuna, di PN Jakarta Utara, Selasa (20/12). Dikatakannya, tim penasihat hukum tidak dapat menerima berbagai argumentasi yang dibangun JPU terkait dakwaannya. “Item argumentsi yang dibangun sudah kita antisipasi, makanya tadi ketika jaksa selesai membacakan pendapatnya kami ingin menanggapi pendapat JPU. Tetapi majelis hakim berpandangan lain. Padahal di dalam ketentuan KUHAP tidak ada sesuatu yang dianggap tidak lazim dalam menanggapi pendapat, itu diatur dalam Pasal 182 KUHAP, karena di situ mengatur proses trial dalam pidana,” ungkapnya. Menyoal apakah yakin dengan putusan sela nanti, Sirra menyampaikan, biarkan hakim menganalisa dan mengkajinya. “Nanti lah kita tidak boleh mendahului. Biarkan hakim berpikir, mengkaji, menganalisa dengan cermat. Mudah-mudahan ada putusan sela terbaik,” katanya. Ihwal apakah sudah menyiapkan saksi ahli untuk sidang selanjutnya, Sirra menyampaikan, setelah putusan sela baru akan disiapkan. “Belum setelah putusan sela baru dipembuktian kita siapkan. Saksi fakta tujuh dan akan bertambah, ada beberapa ahli juga yang akan kita ajukan. (Warga Kepulauan Seribu?) Oh ya pasti. Karena dia yang melihat peristiwa itu,” tandasnya. Bayu Marhaenjati/YUD BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu