Penetapan Tersangka Tak Pengaruhi Elektabilitas Ahok

Jakarta – Penetapan status tersangka kepada calon Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) tidak akan terlalu berpengaruh terhadap elektabilitas atau tingkat keterpilihannya di Pilkada serentak DKI Jakarta 2017 mendatang. “Elektabilitas Ahok sama tidak tidak berpengaruh atas penetapan tersangka. Sebenarnya pendukung Ahok dengan yang anti Ahok sudah lama terbentuk lama, tidak hanya pada saat ini saja. Isu agama juga sudah dimainkan sejak lama,” kata Pendiri lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi, Kamis (24/11). Menurutnya, saat ini masyarakat juga sudah bisa menilai, ada kelompok yang menganggap Ahok telah menistakan agama. Tetapi, yang menganggap hal itu merupakan kelompok yang dari awal sudah benci dengan Ahok dan tidak akan memilihnya dalam Pilkada DKI. “Sementara sebagian besar yang lain, yang mendukung Ahok sejak awal, tidak merasa yang bersangkutan menistakan agama. Jadi, kelompok-kelompok yang mendukung maupun yang anti Ahok sudah terbentuk jauh-jauh hari sebelum ada penetapan status tersangka,” ucap Hasan. Dikatakan Hasan, penetapan Ahok sebagai tersangka dan maraknya aksi penghadangan kampanye malah membuat pendukungnya di DKI Jakarta semakin militan dan semakin bekerja keras. Semua terjadi karena pendukung Ahok sudah mulai “gerah” dengan aksi-aksi penghadangan tersebut. “Sebelum ini Ahok maupun Djarot terus dihadang di lapangan. Tetapi, mulai dari beberapa hari terakhir ini, para penghadang malah mulai dikepung, diusir, dipukul mundur seperti yang terjadi di Pulomas. Hal itu membuktikan masyarakat semakin militan mendukung ahok,” ujar Hasan Nasbi. Dari data survey terakhir yang dilakukan Cyrus Network, elektabilitas Ahok masih berada di sekitaran 43 persen. Dalam waktu dekat, Hasan Nasbi mengakui akan kembali mengupdate hasil survey terbaru, yang diperkirakan hasilnya tidak akan jauh berbeda dari hasil survey sebelumnya. “Desember awal kita akan rilis (hasil survei). Data terakhir kita, elektabilitas Ahok masih 43 persen. Hingga kini, saya rasa elektabilitas itu juga bisa dirasakan di lapangan,” katanya. Yeremia Sukoyo/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu