Seluruh Barang Impor Kena Aturan Label Cetak Penuh

RIMANEWS – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memperketat aturan mengenai pemasangan label pada produk impor yang masuk ke Indonesia. Kemendag menyatakan label wajib tercetak penuh pada kemasan atau embos seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) pada produk mainan. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi menjelaskan aturan yang resmi berlaku pada 25 Juni nanti sudah sejalan dengan Permendag No 67 Tahun 2013 dan Permendag No 10 Tahun 2014. Kedua peraturan ini mengganti Permendag No 62 Tahun 2009 yang otomatis sudah tidak berlaku. Baca Juga China Dominasi Pasar Nonmigas Indonesia Indonesia Jajaki Diversifikasi Perdagangan dengan India Ekspor dan Impor RRC Naik di Bulan November “Permendag No 67 Tahun 2013 telah diundangkan pada 24 Desember 2013. Per 25 Juni 2014 semua produk impor yang termasuk di dalam permendag ini harus mengikuti, tapi ini bukan baru sekarang tetapi sudah 6 bulan lalu, kalau ada barang impor yang tidak sesuai dengan ini tidak bisa masuk,” pesan Bayu, Selasa (10/6). Adapun barang impor yang sudah beredar terlebih dahulu sebelum diterapkannya Permendag No 67 Tahun 2013 akan mendapat dispensasi waktu selama enam bulan (25 Desember 2014) untuk menyesuaikan. Sehingga produk tersebut masi legal diperdagangkan sampai batas waktu yang ditentukan tadi. “Jadi sudah diberikan waktu 6 bulan untuk mengikuti, dan ada 6 bulan hingga Desember ke depan untuk yang sudah beredar menyesuaikan, jika tidak barang tersebut tidak akan masuk,” imbaunya. Dia menegaskan Permendag ini berlaku pula untuk produk komputer tablet dan 24 jenis tekstil dan produk tekstil (TPT) seperti benang jahit, kain jadi, pakaian bayi, jersey, cardigan, rompi, pakaian renang, ski suit, garmen. “Intinya di dalam permendag label ini, label dari barang ini tercetak, embos, atau melekat secara utuh pada barang dan atau kemasan serta besertifikat permanen tidak berupa setiker,” pungkas Bayu. (chus) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : impor , Perdagangan , Kemendag , Produk , Permendag , Label , Sektor Riil , impor , Perdagangan , Kemendag , Produk , Permendag , Label , Sektor Riil , impor , Perdagangan , Kemendag , Produk , Permendag , Label , Sektor Riil

Sumber: RimaNews