Sidang Peninjauan Kembali Terpidana Mati Filipina Digelar

Rimanews – Pengadilan Negeri Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar sidang pemeriksaan permohonan Peninjauan Kembali kasus penyelundupan narkoba yang diajukan terpidana mati Mary Jane Fiesta Veloso warga negara Philipina. Sidang yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Marliyus SH ini digelar dengan agenda pemeriksaan permohonan peninjauan kembali terpidana melalui kuasa hukumnya Aprilina Fransisca Purba SH dan jawaban dari jaksa penuntut umum. Baca Juga Sidang Ahok dipindah, pengunjung tetap dibatasi Bukan main bom, Djarot cerita Islam di Indonesia Foto penampakan keretakan tiang jembatan tol Purbaleunyi KM100 Novum atau bukti baru yang diajukan tim kuasa hukum yang dibacakan Aprilina Fransisca Purba pada persidangan tingkat pertama di Pengadilan Negeri (PN) Sleman yaitu terdakwa tidak mendapatkan pendamping penerjemah Bahasa Tagalog. “Dalam sidang tersebut terpidana hanya didampingi penerjemah Bahasa Inggris, Nuraini yang berstatus sebagai mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta,” kata Aprilina. Menurut dia, terpidana selama ini tidak pandai berbahasa Inggris dan hanya mengerti Bahasa Tagalog. “Karena itu saat diperiksa dan diadili, Mary Jane tidak mengerti apa yang terjadi di persidangan,” katanya. Ia mengatakan dengan bukti tersebut maka Mary Jane mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dengan harapan mendapat keringanan hukuman. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ismet SH meminta majelis halim untuk tidak mengabulkan permohonan ini. Karena sebelumnya Mary Jane telah mengajukan grasi namun ditolak oleh Presiden. Menurut JPU, dalam permohonan grasi mengandung pengertian mengakui kesalahannya dan memohon pengampunan. Jaksa juga menyebutkan seharusnya peninjauan kembali diajukan terpidana, bukan penasihat hukumnya. Sidang di tutup majelis hakim karena saksi yang diajukan pemohon belum dihadirkan. Mary Jane Fiesta (29) merupakan kurir sabu jaringan internasional. Ia ditangkap di Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta saat membawa heroin seberat 2,622 kilogram pada 24 April 2010. Hakim Pengadilan Negeri Sleman menjatuhkan hukuman mati karena ia terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terpidana ini telah menerima surat penolakan grasi oleh Presiden Joko Widodo melalui Kepres No.31/G 2014. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : eksekusi mati narkoba , Mary Jane Fiesta Veloso , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews